Kamis, 15 Juli 2010

PENGENALAN DAN PENGGUNAAN MIKROSKOP

I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Mikroskop adalah sebuah alat optik yang berfungsi untuk melihat organisme-organisme atau sebuah objek yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang serta menggunakan dua buah lensa positif yaitu lensa okuler dan lensa objektif. Dalam penggunaan mikroskop harus memperhatikan bagian yang sensitif agar tidak merusak bagian lensa yang sangat penting dalam mikroskop (Jaya, 1984).
Mikroskop merupakan suatu alat untuk membesarkan dan memperjelas objek yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Mikroskop terdiri dari dua komponen, yaitu bagian mekanik dan bagian optik. Bagian mekanik terdiri dari statif, tubus, revolver, meja benda, sekrup, pengatur tubus (halus dan kasar), sekrup pengatur kondensor dan sekrup-sekrup pengatur meja benda. Sedangkan bagian optik meliputi lensa okuler, lensa objektif, kondensor dan cermin pengatur cahaya (Issogianti, 1993).
Ada dua prinsip dasar yang berbeda pada mikroskop,yang pertama mikroskop optik dan yang kedua mikroskop elektron. Mikroskop optik di bedakan antara mikroskop biologi dan mikroskop stereo. Mikroskop biologi digunakan untuk pengamatan benda-benda tipis dan transparan. Sedangkan mikroskop stereo digunakan untuk pengamatan benda-benda yang tidak terlalu halus atau kecil, dapat tebal maupun tipis, transparan maupun tidak.
1.2 Tujuan dan Kegunaan
Tujuan dari pengenalan mikroskop adalah untuk memperkenalkan komponen-komponen mikroskop dan cara menggunakannya, serta mempelajari cara-cara menyiapkan bahan-bahan yang akan diamati dibawah mikroskop.
Kegunaan dari praktikum ini adalah untuk memberikan pengetahuan serta melatih keterampilan tentang cara menggunakan mikroskop dalam suatu penelitian benda yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang.











II. METODE PRAKTEK
2.1 Tempat dan Waktu
Praktikum Biologi Umum bertempat di Laboraturium Agrotektnologi Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Palu. Praktikum Biologi Umum dilakukan pada hari Jumat tanggal 14 Nopember 2008 di mulai dari pukul 14.00 sampai selesai.
2.2 Alat dan Bahan
Alat yang digunakan dalam kegiatan praktikum ini adalah Mikroskop, gelas objek, gelas penutup, pipet, silet dan buku gambar, serta alat tulis.
Bahan yang digunakan dalam kegiatan praktikum ini adalah preparat
potongan kertas yang bertulis huruf “d”, dan butir-butir pati kentang
2.3 Cara Kerja
Pertama-tama mengeluarkan mikroskop dari dalam lemari dengan memegang tempat pegangannya dengan hati-hati serta menyanggah bagian bawahnya agar tidak jatuh, kemudian meletakkannya pada meja yang memperoleh cahaya maksimal. Lalu mengatur cermin kearah sumber cahaya kemudian memfokuskan pada preparat dengan menggunakan lensa objektif pada pembesaran 10x, kemudian menempatkan preparat potongan huruf “d” pada gelas objek, lalu menutupnya kembali dengan gelas penutup, kemudian mencari bayangan objek hingga jelas terfokus.
Setelah itu, mempersiapkan butir pati kentang yang sebelumnya sudah di kerik dengan jarum atau ujung silet sehingga cairannya keluar. Selanjutnya meneteskan cairan tersebut pada gelas objek yang kemudian menutupnya kembali dengan gelas penutup. Dan memperhatikan lubang jalannya cahaya agar terdapat gambar yang fokus dengan memutar lensa objektif dengan pembesaran 10x, setelah bayangan terlihat jelas, barulah menggambarnya pada buku gambar.













III. HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 Hasil
Dari pengamatan yang dilakukan, maka dapat diperoleh hasil sebagai berikut :

Keterangan :
1. Lensa okuler
2. Tabung
3. Makrometer
4. Mikrometer
5. Lengan
6. Revolfer
7. Lensa obyektif
8. Penjepit
9. Meja benda
10. Kondensor
11. Diafragma
12. Cermin
13. Pemutar kondensor
14. Kaki mikroskop
Gambar 1. Mikroskop dan komponen-komponennya.







Gambar 2. Preparat huruf “d” sebelum diamati dengan menggunakan mikroskop.






Gambar 3. Preparat huruf “d” setelah diamati menggunakan mikroskop dengan pembesaran lensa objektif 10x.






Gambar 4. Preparat butir pati kentang setelah diamati menggunakan mikroskop dengan pembesaran lensa objektif 10x.


Pembahasan
Mikroskop adalah alat untuk melihat benda-benda renik atau berukuran sangat kecil yang tidak dapat dilihat langsung dengan mata. Adapun Fungsi dari Bagian-bagian Mikroskop itu adalah: lensa okuler yang berfungsi untuk memperbesar benda yang dibentuk oleh lensa objektif, lensa objektif berfungsi untuk menentukan bayangan objektif serta memperbesar benda yang diamati, umumnya ada 3 lensa objektif dengan pembesaran 4x, 10x, dan 40x. kondensor merupakan lensa tambahan yang berfungsi untuk mengumpulkan cahaya yang masuk dalam mikroskop.
Selain itu, komponen mikroskop lainnya sebagai penunjang dari komponen utama adalah: tabung mikroskop yang berfungsi untuk mengatur fokus, dapat dinaikkan dan diturunkan, tombol pengatur fokus kasar yang berfungsi untuk mencari fokus bayangan objek secara cepat sehingga tabung mikroskop turun atau naik dengan cepat, tombol pengatur fokus halus berfungsi untuk memfokuskan bayangan objek secara lambat, sehingga tabung mikroskop turun atau naik dengan lambat, revolver berfungsi untuk memilih lensa obyektif yang akan digunakan, gagang mikroskop berfungsi untuk pegangan saat membawa mikroskop, meja preparat berfungsi untuk meletakkan objek (benda) yang akan diamati, penjepit objek glass berfungsi untuk menjepit preparat di atas meja preparat agar preparat tidak bergeser, diafragma berupa lubang-lubang yang ukurannya dari kecil sampai selebar lubang pada meja objek. berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang akan masuk mikroskop, cermin berfungsi untuk memantulkan dan mengarahkan cahaya ke dalam mikroskop. Ada 2 jenis cermin, yaitu datar dan cekung. Bila sumber cahaya lemah, misalkan sinar lampu, digunakan cermin cekung tetapi bila sumber cahaya kuat, misalnya sinar matahari yang menembus ruangan, gunakan cermin datar, kaki mikroskop berfungsi untuk menjaga mikroskop agar dapat berdiri dengan mantap di atas meja.
Hasil pengamatan dengan menggunakan mikroskop berupa preparat huruf “d” yang mengalami perubahan menjadi huruf “p” setelah diamati dengan menggunakan mikroskop. Hal ini terjadi karena mikroskop menggunakan prinsip penggabungan lensa cembung yang terdapat pada lensa okuler dan lensa objektif , sehingga bayangan yang dihasilkan bersifat maya, terbalik, dan diperbesar.seperti yang dijelaskan oleh Subowo (1979). Pengamatan ini dilakukan dengan pembesaran 10x dari bentuk aslinya.
Hasil pengamatan butir-butir pati kentang gambar nampak jelas dimana preparat pada butir-butir kentang terdapat pati kentang yang kecil dan mempunyai warna seperti kristal didalam sifat perbesaran (Kermana, 1987).




IV. KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan, dapat disimpulan sebagai berikut ;
1. Mikroskop adalah alat sederhana yang digunakan sebagai alat Bantu melihat benda-benda yang sangat kecil, yang tidak dapat dilihat oleh mata telanjang.
2. Dalam mikroskop terdapat bagian-bagian yang terdiri dari komponen penting seperti lensa okuler, Lensa objektif dan kondensor serta terdiri dari komponen penunjang seperti revolver, gagang mikroskop, meja mikroskop, penjepit objek, cermin, kaki mikroskop,pengatur halus, pengatur kasar.
3. Pada preparat huruf “d” menghasilkan bayangan yang maya,terbalik, diperbesar, karena disebabkan oleh sifat cermin cekung.
4.2 Saran
Melalui praktikum ini, disarankan agar perlengkapan laboraturium lebih dilengkapi dan keutuhan peralatan laboraturium untuk selalu dijaga sehingga dalam pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik.

2 komentar:

ERISON CAESAR mengatakan...

Thanks for sharing :)
Materinya sangat membantu..

visit my page : http://erisoncs.student.ipb.ac.id

Aisyah Nur mengatakan...

Kak dapusnya dong